
PARIWANG, 24/06/2026 — Akselerasi digitalisasi birokrasi kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mutlak hingga ke level pemerintahan terkini. Guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, jajaran aparatur Desa Pariwang menggelar kegiatan On the Job Training (OJT) Pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID).
Pelatihan intensif ini berlangsung di Aula Kantor Desa Pariwang pada Rabu (24/6/2026), dengan melibatkan seluruh elemen krusial pemangku kebijakan desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Desa Pariwang, Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan, Kasi Pelayanan, Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan, serta Kaur Keuangan. Kehadiran para poros utama penggerak desa ini menegaskan komitmen kolektif untuk menanggalkan pola-pola administrasi konvensional yang lambat dan rentan kekeliruan.
Tiga Pilar Digitalisasi Desa
Dalam pelatihan ini, pembahasan difokuskan pada tiga klaster pengelolaan data strategis yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan publik di tingkat desa:
Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Modern
Secara filosofis dan praktis, OJT ini tidak sekadar melatih kecakapan teknis aparatur dalam mengklik menu di layar komputer. Lebih dari itu, sasaran utamanya adalah reformasi manajemen tata kelola Pemerintahan Desa Pariwang yang lebih bernilai guna.
"Muara dari digitalisasi ini adalah efisiensi pelayanan. Ketika data penduduk, pembangunan, dan bantuan sosial sudah terintegrasi dalam satu sistem informasi yang valid, pengambilan keputusan tingkat desa akan jauh lebih cepat, berbasis data (data-driven), dan menutup celah pungutan liar maupun maladministrasi."
Melalui implementasi SID yang optimal, Desa Pariwang diharapkan mampu memangkas birokrasi yang berbelit-belit. Warga tidak perlu lagi menunggu berhari-hari hanya untuk validasi data, sementara pemerintah desa memiliki arsip digital yang aman dan mudah diakses kapan saja untuk keperluan audit maupun perencanaan program pembangunan di masa depan.
Langkah digitalisasi dari pinggiran ini menjadi bukti bahwa modernisasi birokrasi bukan monopoli pemerintah pusat atau kota besar semata, melainkan esensi dari membangun Indonesia dari desa.















